Jadilah Pendoa Kami???





Kematian Orang Tua, Anak, Sauadara dan Sudari serta kerabat dekat maupun kerabat jauh merupakan suatu peristiwa iman yang paling menggetarkan dan menyedihkan dalam kehidupan seorang manusia. Peristiwa tersebut ditanggapi dengan cara beragam oleh manusia, sehingga di dunia yang kita diami ini banyak sekali cara cara berkabung. Pada umumnya tangisan, kemarahan, teriakan merupakan ekspresi fisik yang sering dilakukan oleh sesorang atau sekelompok orang saat mengalami kedukaan, tetapi ada juga yang melukai dirinya sebagai tanda duka dan menghormati kerabat yang telah meninggal. Pakian berkabung yang serba hitam juga merupakan dress code yang diterima secara umum dalam perkabungan. Alkitab juga meceritakan kepada kita tentang cara berkabung dalam kehidupan umat manusia dalam masa lampau seperti mengoyakan pakian dan memakai pakian berkabung (Kejadian 37:34), Tidak berhias atau mempercantik penampilan (2 Samuel 14:2), menggunduli kepala dan memotong jenggotnya seperti yang dilakukan oleh orang Moab (Yesaya 15:2), berguling –guling dalam debu (Yermia 6:26).

APAKAH ORANG MATI MENJADI PENDOA BAGI KITA?

Belakangan ini, di media social Facebook, Twitter, Instagram dan yang lainnya banyak sekali postingan saat mengalami kedukaan dengan menyatakan “ Tuhanlah yang member Tuhanlah yang mengambil, tenanglah di sisi Tuhanm Jadilah Pendoa kami” Postingan-postingan saat mengalami kedukaan dan masa berkabung tersebut menimbulkan sebuah Tanya besar tentang ORANG YANG SUDAH MATI MENJADI PENDOA KITA??, Apakah ALKITAB sebagai RUJUKAN UTAMA IMAN KRISTEN bersaksi kepada kita tentang Hal tersebut. Kempat INJIL, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang bersaksi tentang Kehidupan Tuhan Yesus dan Semua AjaranNYa hanya menjelaskan dan memerintahkan tentang orang yang sementara hidup untuk berdoa, Tuhan Yesus sendiri juga mempraktekan kehidupan seorang Pendoa, Para Rasul Tuhan Yesus juga mempraktekan kehidupan seorang pendoa seperti yang dicatat dalam KItab Kisa Para Rasul. Rasul Yakobus dan Rasul Petrus serta Rasuk Paulus juga menganjurkan untuk berdoa. Semua contoh dan perintah yang disaksikan oleh Akitab dalam Perjanjian Baru menjelaskan tentang ORANG HIDUP YANG BERDOA.

Salah satu pintu masuk tentang orang yang mati menjadi pendoa adalah dalam ajaran Tuhan Yesus yang disampaikan dengan perumpamaan seperti yang dicatat dalam Lukas 16:19-31. Perumpamaan tentang Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin. Dialog antara 2 (dua) Tokoh dalam perumpaan tersebut, khususnya tentang “Orang Kaya” dan Bapa Abraham sering diartikan bahwa itu adalah Doa orang yang sudah mati supaya saudara-saudaranya yang masih hidup supaya diberi peringatan tentang Taburan Kehiudupan yang bermoral. Apa yang ditabur saat hidup akan dituai pada saat kematian (Lukas 16:27-31). Marilah kita mengartikan bahwa permintaan Lazarus yang sudah mati tersebut adalah sebuah DOA, maka sudah dipastikan bahwa DOA TERSEBUT TIDAK DIJAWAB OLEH BAPA ABRAHAM. APAKAH TUHAN AKAN MENJAWAB DOA LAZARUS YANG SUDAH MATI TERSEBUT?. SAYA SANGAT YAKIN BAHWA DOA ORANG DOA LAZARUS YANG SUDAH MATI TERSBUT TIDAK DIJAWAB OLEH TUHAN. BAPAK ABRAHAM SAJA TIDAK MENJAWAB DOA TERSEBUT APALAGI TUHAN YESUS! JADI DAPAT KITA SIMPULKAN BAHWA “DOA ORANG YANG SUDAH MATI ADALAH DOA YANG TIDAK DIJAWAB OLEH TUHAN”. Orang yang sudah mati tidak bisa menjadi Pendoa kita. Tidak peduli karya apapun yang bermanfaat bagi kehidupan. Tidak peduli profesi apapun yang dilakukan semasa hidupnya termasuk seorang PENDETA, IA TIDAK BISA MENJADI PENDOA BAGI KITA YANG MASIH HIDUP.

SIAPAKAH YANG MENJADI PENDOA BAGI KITA?

Alkitab mengutip Ajaran Tuhan Yesus tentang siapa yang menjadi Pendoa bagi kita, yakni :

1. Diri Sendiri, Tuhan Yesus menyebutnya Rumah Doa (Matius 21:13, Markus 11:17, Lukas 19:46)
2. Sesama kita (Roma 8:27, 2 Korintus 1:11, 2 Korintus 13:7)
3. Pempimpin Rohani kita atau IMAM kita(Yohanes 17, Doa Tuhan Yesus buat Murid MuridNya, Efesus 3:16, Paulus berdoa untuk Jemaat efesus, Ibrani 13:17 pemimpin berjaga atas jiwa kita)

TUHAN YESUS ADALAH IMAM ATAU PENGANTARA KITA

Perantara adalah seorang yang bertindak sebagai penengah yang berusaa mempengaruhi perselisihan di antara dua pihak demi mencapai sebuah kesepakatan. Hanya ada satu Perantara di antara Allah dan manusia, dan itulah Yesus Kristus. Dalam tulisan kali ini, kita mempelajari alasan mengapa Allah menentang kita, mengapa Yesus adalah Perantara kita, dan mengapa kita akan gagal jika berusaha mewakilkan diri di hadapan Allah. Allah menentang kita karena adanya dosa. Dosa dijelaskan dalam Alkitab sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4) dan pemberontakan terhadap-Nya (Ulangan 9:7; Yoshua 1:18). Allah membenci dosa, dan dosa menghalangi hubungan kita dengan-Nya. "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak" (Roma 3:10). Semua orang adalah pendosa akibat dosa yang diwariskan oleh Adam, selain dosa yang kita lakukan setiap harinya. Satu-satunya hukuman yang adil bagi dosa adalah kematian (Roma 6:23), bukan saja kematian jasmani tetapi juga kematian kekal (Wahyu 20:11-15). Hukuman yang patut bagi dosa adalah kekekalan dalam neraka. Upaya pribadi apapun juga yang kita lakukan tidak mungkin cukup untuk bernegosiasi dengan Allah. Perbuatan baik dan pemeliharaan hukum sebanyak dan sebaik apapun tidak dapat membenarkan diri kita di hadapan Allah yang kudus (Yesaya 64:6; Roma 3:20; Galatia 2:16). Tanpa perantara, kita dipastikan menghabiskan akhirat di neraka, karena dengan sendirinya keselamatan dari dosa kita mustahil. Akan tetapi, ada harapan! " Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1 Timotius 2:5). Yesus mewakili mereka yang percaya pada-Nya di hadapan takhta kasih karunia Allah. Ia bertindak sebagai penengah bagi kita, sebagaimana seorang pengacara membela klien mereka, dengan memberitahu sang hakim, "Yang mulia, klien saya tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan terhadapnya." Seperti inilah persamaan bagi kita juga. Suatu hari kita akan menghadap Allah, tetapi kita akan menghadapi-Nya sebagai orang berdosa yang telah diampuni dikarenakan oleh kematian Yesus sebagai ganti pihak kita. "Pengacara" kita telah mengambil alih hukuman kita! Kita mendapatkan tambahan bukti akan hal ini di dalam Ibrani 9:15: " Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama." Oleh karena Yesus adalah Perantara yang agung dapatkah kita berdiri di hadapan Allah dengan mengenakan kebenaran Kristus Sendiri. Di atas kayu salib Yesus menggantikan dosa kita dengan kebenaran-Nya (2 Korintus 5:21). Penengahan-Nya adalah satu-satunya cara selamat

JIKA SEORANG YANG PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS MEMPERCAYAI BAHWA KERABATNYA YANG SUDAH MENINGGAL DAPAT MENJADI SEORANG PENDOA BAGI DIRINYA, MAKA TIDAK MEMPERCAYAI TUHAN YESUS ADALAH PERANTARA ANTARA DIA DENGAN ALLAH.
TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA….

SEMOGA BERMANFAAT!

Comments

  1. Setuju sekali.... Org Kristen kadang salah kaprah dan hanya ikut2an tmn Katholik tanpa mngerti apa yg sesungguhnya bagi org Kristen. Trims masukannya. Sgt mmberkati. GBU

    ReplyDelete
  2. Terimakasih ... Senang ditanggapi... Maju terus dalam Tuhan kawan

    ReplyDelete

Post a Comment