BETA PUNYA IDOLA



Everdethan.blogspot.com - Acara televisi berjudul American Idols yang kemudian diadaptasi oleh seluruh dunia termasuk Indonesia yang diberi tajuk Indonesian Idols,  sebenarnya membantu untuk merenung refleksi tentang idola itu sendiri.


Idol adalah kata Bahasa Inggris, yang dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi ‘idola’. Idola adalah sesuatu yang kita kagumi; namun ketika kekaguman itu sampai pada tahap dimana kita membaktikan diri kita atau menyembah pada sesuatu itu, maka sesuatu itu menjadi ‘berhala’.


Anak-anak muda biasanya mempunyai tokoh idola yang dibanggakan. Munculnya groupband Korea akhir-akhir ini yang saya lihat seperti membius para anak muda untuk rela mengantri membeli tiket konser selama berjam-jam tanpa memperhatikan panas terik yang membakar tubuh mereka, mereka membawa poster-poster wajah personil groupband tersebut sambil membawa buah tangan yang ingin mereka berikan untuk artis yang mereka idolakan, bahkan… sampai ada yang pingsan (bayangkan) saking inginnya mereka bertemu dengan idolanya.


Saya melihat mereka yang mengidolakan artis (katakanlah personil groupband Korea), mereka sangat hafal dengan lagu-lagu yang dibawakan (coba bayangkan betapa susahnya menghafal bahasa korea yang mungkin mereka tidak mengerti artinya), mereka tau hobby sang artis, makanan kesukaan, bahkan meniru gaya berpakaian, sampai gaya rambut. Mengapa mereka sampai tau semuanya tentang artis tersebut? Ya…karena mereka mengidolakannya dan ingin meniru siapa yang diidolakannya.


Lalu… yang menarik dan sangat berhubungan dengan apa yang akan kita bahas selanjutnya adalah siapa idola kita? Artis Korea juga..? atau tokoh lain?



TOKOH PANUTAN atau TOKOH INSPIRASI


Tokoh Panutan adalah orang yang dianggap istimewa kerena kelebihan atau prestasi yang dimilikinya sehingga menimbulkan perasaan untuk meniru cara dan gaya tokoh Panutan dalam mencapai prestasinya.


Biasanya sesorang yang bias dijadikan sebagai Tokoh Panutan atai Tokoh Inspirasi mempunyai beberapa ciri sebagai berikut :


1. Mempunyai Prestasi yang Menonjol
2. Ahli di bidangnya
3. Banyak dikagumi orang
4. Dapat menjadi teladan khususnya dalam hal Moral.


Saya sendiri mempunyai Tokoh Panutan seperti Almarhum Piet A. Tallo, SH. Saya tahu dan berusaha mengenal beliau sejak SD ketika sebagai Bupati Timor Tengah Selatan beliau mengunjungi sekolah saya, SD GMIT SoE I. Beliau adalah sesorang yang mempunyai kemampuan mempimpin kelas Wahid. Saya yakin bahwa Bapak Presiden sekarang pernah membaca dan ataupun pernah tau tentang Almarhum Piet A. Tallo, SH karena gaya kepemimpinan Bapak Presiden sama persis dengan Gaya Almarhum Piet A. Tallo, SH.



Dalam hubungan dengan IDOLA dan TOKOH PANUTAN, kita harus belajar memposisikan secara baik, karena bisa jadi IDOLA dan TOKOH PANUTAN ditempatkan pada Posisi di atas Tuhan. Hal ini bias dijelaskan dengan melihat munculnya pertama kata Idola itu sendiri yaitu seperti dicatat dalam Alkitab bahasa Inggris Versi NIV untuk Kitab Keluaran 20:4 “You shall not make for yourself an idol or any likeness of what is in heaven above or on the erath below or in the water under the earth”



Kata “idol” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “idola” sesuatu yang dibuat untuk dijadikan sebagai sembahan. Kamus Meriam_webster mendefenisikan “idol” sebagaai “a representation or symbol of an object worship;broadly; a false god. Kira kira terjemahannya sebagai berikut : defenisi idola adalah representasi dari sebuah objek untuk disembah, secara umumnya adalah allah yang palsu.



Untuk Saya, ketika ditanya tentang Idola, maka saya pasti akan menjawal Tuhan Yesus, karena memang Tuhan Yesus adalah satu satunya yang saya sembah. Tapi jika ditanya tentang tokoh panutan yang menjadi Inspirasi saya pasti akan menjawab :


1. Almarhum Piet A. Tallo, SH
2. Gembala Jemaat Saya : Pdt. Obie Dethan, S.Th


Beberapa pelajaran penting yang bias kita pakai tentang “idola” ini sebaggai berikut :


1. Milikilah Idola yang lebih bernilai kekal.


Yesus pun pernah menjadi idola. Markus 1:35-38 mencatat, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Pagi-pagi sekali, Yesus sudah berdoa. Dan murid-muridNya menyusul Yesus dan memberitahukan bahwa semua orang mencari Dia. Yesus telah menjadi idola baru orang-orang Galilea. Yesus adalah A Galilean Idol.


Kalau kita membaca perikop-perikop sebelumnya, Yesus melayani di Galilea dan mengajar dengan kuasa; Ia juga menyembuhkan orang sakit, dan mengusir setan. Di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan berita kelepasan, tiba-tiba saja muncul sosok Yesus yang penuh kuasa. Dan dalam waktu singkat, Yesus telah menjadi seorang Galilean Idol.


Manusia terdorong memiliki idol sebagai ekspresi pemenuhan kebutuhannya dalam hidup ini. Yesus pun sadar bahwa orang banyak mengidolakanNya karena Ia telah memenuhi kebutuhan mereka yang sementara. Tapi Ia tidak mau terjebak dan membiarkan orangl ain mengidolakan Dia karena kebutuhan-kebutuhan yang sementara. Ia ingin agar mereka mengikuti Dia karena rindu memenuhi kebutuhan yang lebih bersifat kekal.


Semua ini membuat kita merenung, apakah idolamu menuntunmu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih bersifat kekal? Apakah idolamu dapat menuntunmu untuk menemukan pasangan hidup yang dapat memperlengkapimu untuk mengerjakan misi Allah dalam hidupmu? Apakah idolamu menuntunmu untuk semakin mengenal Tuhan lebih dalam lagi? Apakah idolamu menuntunmu untuk memiliki kepastian keselamatan dalam hidupmu?


2. Ketika engkau diidolakan, ingatlah tujuan hidupmu.


Bagaimana respon Yesus ketika banyak orang mencari Dia dan menjadikannya idola baru? Yesus bukannya memanfaatkan kesempatan itu untuk membesarkan namaNya, Ia malah menyingkir ke kota-kota lain. Apa alasan Yesus melakukan itu? Karena Yesus tahu apa tujuan hidupNya dengan jelas. Yesus tahu bahwa tujuan hidupNya adalah untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Itu menjadi misi hidupNya, dan Ia tidak membiarkan sesuatu yang lain membelokkanNya dari misi itu.


Yesus memiliki pandangan yang jelas tentang apa tujuan hidupNya. Bagaimana dengan dirimu? Apakah Engkau sadar apa tujuan hidupmu dalam kehidupan ini? Apakah tujuan hidupmu adalah untuk menjadi idola, ataukah Engkau memiliki tujuan hidup lain yang lebih bersifat kekal?


3. Ketika engkau diidolakan, perhatikan setiap tindak-tandukmu, dan arahkan orang untuk memiliki idola yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka yang lebih bersifat kekal.


Ketika seseorang diidolakan, segala tingkah laku dan tindakannya akan menjadi sorotan, bahkan ditiru. Cara berpakaian; cara bicara; cara berperilaku, semua akan ditiru.

Karena itu Engkau harus berhati-hati, bahkan Engkau harus mengarahkan pandangan orang-orang yang mengidolakan dirimu kepada Tuhan Yesus saja. Arahkan pandangan oranglain bukan kepada dirimu, melainkan arahkan mereka untuk memiliki idola yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka yang lebih bersifat kekal.


Semua idola itu mencerminkan kebutuhan-kebutuhan kita yang bersifat sementara. Bahkan banyak diantara kita yang termakan iklan. Iklan mengatakan bahwa wanita yang cantik haruslah berkulit putih. Siapa bilang? Iklan mengatakan bahwa pria yang jantan haruslah merokok Rokok Marlboro? Siapa bilang? Iklan berusaha mempengaruhi cara pandang kita. Tapi belajar dari Tuhan Yesus, kita harus memikirkan apa yang menjadi tujuan hidupku, dan kita harus belajar memenuhi kebutuhan kita yang lebih bernilai kekal! Arahkanlah pula pandangan sesamamu pada kebutuhan-kebutuhannya yang lebih bersifat kekal.

Tuhan Memberkati… semoga bermanfaat.

Comments