Akselerasi .... Percepatan




akselerasi adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. Akselerasi sebuah objek disebabkan karena gaya yang bekerja pada objek tersebut,

Alkitab menyampaikan akselerasi sebagai berikut :


""Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran." (Amos 9:13)


Saat ini sedang terjadi percepatan dalam segala hal. Amos menubuatkan bahwa akan ada berkat Tuhan yang luar biasa dan akan terjadi percepatan. Dalam ayat tersebut tertulis bahwa baru membajak langsung menyusul menuai.

"Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai." (Yohanes 4:35)
Yesus berkata bahwa sekarang adalah waktu menuai jiwa-jiwa. Akan terjadi percepatan dalam penuaian jiwa-jiwa. Di dunia juga terjadi percepatan. Banyak hal yang sepertinya akan lama terjadinya tetapi dalam beberapa tahun sudah terjadi. Percepatan adalah perbuatan mempercepat.


Hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan apabila kita ingin melihat percepatan:


1. Kita harus usaha dan kerja lebih keras


"Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."" (1 Korintus 15:9-10)


Paulus bilang bahwa dia adalah rasul yang paling hina dan semua adalah kasih karunia Allah, tetapi kasih karunia Tuhan tidak sia-sia dan dia bekerja lebih keras. Kita harus meresponi kasih karunia Tuhan dengan bekerja lebih keras. Apabila kita bekerja lebih keras, akan terjadi percepatan berkat dari Tuhan. Jangan menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan dengan bermalas-malasan, malahan kita harus bekerja lebih keras dan lebih rajin.


1. Kita harus punya hikmat dari Tuhan.

Hikmat akan membuat kita bekerja lebih tajam dan efektif.

"Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat." (Pengkhotbah 10:10)
Orang yang berhikmat adalah besi yang tajam, orang yang tidak berhikmat adalah besi yang tumpul. Hikmat adalah kemampuan menimbang dan membuat keputusan dengan benar. Orang yang memiliki hikmat memiliki banyak ide dan dapat melihat kesempatan dalam masalah. Bagaimana caranya kita memiliki hikmat? Hikmat datangnya dari Tuhan dan caranya mendapatkannya adalah meminta kepada Tuhan.


"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya." (Yakobus 1:5)
Tiap pagi kita harus meminta hikmat kepada Tuhan.


Kita harus memiliki pengetahuan
Kita selalu menghubungkan kemiskinan dengan dosa atau karena kutuk; bisa saja ada orang yang seperti itu. Tetapi sebagian besar anak Tuhan miskin karena kobodohan.


"baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan—" (Amsal 1:5)
Dari mana kita dapat memperoleh bahan pertimbangan? Melalui pengetahuan. Kita bisa memperoleh pengetahuan dari buku, mendengar seminar, dll. Buku yang harus kita baca pertama-tama adalah Firman Tuhan, dan kita harus juga membaca buku-buku lain untuk menambah pengetahuan.


Kita harus fokus pada hal yang utama
Hidup seseorang kalau tidak fokus, orang tersebut tidak akan kemana-mana. Fokus pun tidak boleh terlalu banyak, sama saja dengan tidak fokus. Kita harus fokus kepada hal yang utama.


"Pada waktu itu Yosua kembali, direbutnya Hazor, dan rajanya dibunuhnya dengan mata pedang. Sebab Hazor pada waktu dahulu adalah yang terutama di antara segala kerajaan itu." (Yosua 11:10)
Diantara musuh-musuh Israel, Yosua mengambil keputusan untuk mengalahkan terlebih dulu musuh yang terutama yaitu Kerajaan Hazor lalu musuh-musuh lainnya bisa dikalahkan. Fokus pada yang utama dan pada kekuatan kita, akan membawa percepatan. Jangan fokus kepada kelemahan tetapi fokus kepada kekuatan kita.


Apabila kita ingin melihat percepatan dari Tuhan, kita harus bekerja lebih keras, meminta hikmat dari Tuhan, memiliki pengetahuan dan juga fokus kepada hal yang utama. Kita akan melihat percepatan berkat terjadi dalam hidup kita.


Comments