SEJARAH GEREJA BETHEL INDONESIA JEMAAT MAWAR SARON SOE


Perintisan Jemaat "Mawar Saron " SoE dilakukan sejak tahun 1964 oleh Pendeta Jacobys Syar Dethan sendiri. Perintisan pertama tersebut bukan dilakukan di kota SoE tapi di Oekolo, desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pada tanggal 10 Oktober 1964 terbentuklah Jemaat Immanuel. Awalnya jemaat hanya terdiri dari 2 (dua) Kepala Keluarga, yaitu Almarhum Agustinus Tanono dan Almarhum Nehemia Selan dengan 12 (dua belas) jiwa baptis dan 5 (lima) orang anak. Dari tahun 1964 sampai tahun 1966 jemaat tersebut makin berkembang dari 2 (dua) Kepala Keluarga menjadi 20 (dua puluh) Kepala Keluarga dengan 122 jiwa.

Pada Tahun 1971 dan Jemaat di Leobisa diresmikan sebagai mata jemaat GEREJA BETHEL INDONESIA oleh Ketua Badan Pekerja Daerah GEREJA BETHEL INDONESIA Nusa Tenggara Timur waktu itu Bapak Pendeta Efraim Saul Dethan pada tanggal 10 oktober 1971 dengan dengan jumlah 5 (lima) Kepala Keluarga dengan 20 (dua puluh) jemaat dewasa dan anak-anak. Kemudian pada tahun 1975, Bapak Yohanes Tari, Bapak Salmun Tallo dan Bapak Julius Banunaek menghubungi Pendeta Jacobys Syar Dethan dan menyatakan bergabung dengan GBI. Oleh sebab itu ibadah yang awalnya di Leobisa dipindahkan ke rumah dinas Pendeta Jacobys Syar Dethan di SoE (Kampung Sabu) karena belum mempunyai gedung gereja. Sedangkan jemaat yang di Oekolo tetap beribadah di Oekolo karena jarak yang cukup jauh (± 10 Km dari Kota SoE).
Oleh karena rumah yang dipakai untuk beribadah adalah rumah dinas, maka Pendeta Jacobys Syar Dethan berserta jemaat bersepakat untuk pindah tempat ibadah dan Bapak Yohanes Tari bersedia rumahnya dipakai untuk beribadah. Jadi pada tahun yang sama (1975) ibadah dilaksanakan di rumah bapak Yohanes Tari. Kemudian pada bulan Juni 1976 gereja mendapat tanah seluas ± 2400 m³ yanh ditunjuk oleh Bapak Yohanis Tari (yang dipakai sampai sekarang). Pada tahun yang sama di atas tanah tersebut dibangun sebuah gedung gereja semi permanent dengan ukuran 14 x 7 m. Atas kesepakatan bersama jemaat diberi nama “Mawar Saron”. Pada waktu itu jemaat yang terdiri dari 9 (sembilan) Kepala keluarga mulai beribadah di gedung gereja tersebut. Sedangkan GBI Jemaat “Immanuel” Oekolo dijadikan sebagai gereja cabang dari GBI “Mawar Saron” SoE.


Pada 10 hari dalam bulan Mei menjelang Peringatan hari Keturunan Roh Kudus Tahun 1977 disepakati oleh Gembala Sidang dan seluruh jemaat untuk melakukan Doa Puasa selama 10 hari yang berakhir pada hari Peringatan Keturunan Roh Kudus. Pada waktu itu pemahaman tentang Roh Kudus masih kurang tetapi dengan kerinduan untuk mengalami Roh Kudus seperti yang tercatat dalam Alkitab maka jemaat pun sangat berantusias. Setelah melakukan Doa puasa selama 3 (tiga) hari Tuhan Yesus mulai mencurahkan Roh Kudus dan Saudara Cornelis Ndun menjadi orang pertama yang dibaptis Roh Kudus. Setelah itu disusul oleh Bapa Gembala dan Ibu Gembala serta seluruh Jemaat, tua dan muda. Perasaan setiap orang yang telah dibaptis Roh Kudus adalah Rasa Suka Cita yang Besar, Rasa Damai Sejahtera dan keinginan yang tinggi untuk terus bersekutu bersama-sama. Roh Kudus pun terus bemanifestasi dalam jemaat.
Pada tanggal 11 November 1978 pada sebuah ibadah, tepat pada saat pemberitaan Firman Tuhan Oleh Pendeta Jacobys Syar Dethan. Pendeta Jacobys Syar Dethan meminta bantuan Bapak Ploce Ndun membaca Firman Tuhan dalam Matius 14: 22-34. sementara Firman Tuhan dibacakan Tuhan Yesus mencurahkan Roh Kudus. Orang pertama yang dijamah Roh Kudus adalah Bapak Yohanes Tari setelah itu seluruh jemaat yang hadir menerima baptisan Roh Kudus. Peristiwa Pentakosta seperti dalam Kitab Kisah Para Rasul dialami oleh jemaat, berbicara dengan bahasa baru, bahasa cina, inggris, belanda dan bahasa Roh. Karunia Roh Kudus bermanifestasi dengan baik. Pemberitaan tentang pencurahan Roh Kudus menyerbar dengan cepat dan banyak warga terutama sekitar lokasi gereja bergabung dalam setiap ibadah yang diadakan dan segera dibaptis oleh Roh Kudus. Tetapi karena pemahaman tentang baptisan Roh Kudus di kota SoE pada tahun – tahun 1978 masih sangat minim sehingga banyak orang dari luar jemaat Mawar Saron menentang dengan memberikan stigma sesat. Stigma sesat tentang baptisan Roh Kudus ini di lawan Tuhan Yesus dengan mengijinkan gerakan kharismatik mendunia juga sampai ke kota SoE. Peristiwa baptisan Roh Kudus terus terjadi dalam semua Ibadah yang dilakukan oleh GEREJA BETHEL INDONESIA jemaat Mawar Saron SoE sampai pada akhir Tahun 1981. Tentang baptisan Roh Kudus yang terus dipahami oleh GEREJA BETHEL INDONESIA Jemaat Mawar saron SoE bukan karena pengalaman orang lain tetapi karena pengalaman jemaat sendiri.
Ketua Badan Pekerja Daerah GEREJA BETHEL INDONESIA Propinsi Nusa Tenggara Timur mengirimkan Tim untuk memantau Pencurahan Roh Kudus di GEREJA BETHEL INDONESIA Jemaat Mawar Saron SoE dan sekaligus melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani akan tetapi Tim dari Kupang pun mengalami baptisan Roh Kudus.

Oleh karena makin bertambahnya jumlah jemaat, yaitu dari 9 (sembilan) Kepala Keluarga menjadi 33 (tiga puluh tiga) Kepala Keluarga, maka pada tahun 1981 Pendeta Jacobys Syar Dethan dan jemaat bersepakat untuk membangun gedung gereja baru dengan ukuran 18 x 8 m. Gedung Gereja tersebut mulai digunakan untuk beribadah pada tahun yang sama. Kemudian karena jumlah jemaat terus berkembang, yaitu pada tahun 2000 menjadi 43 (empat puluh tiga) Kepala keluarga, maka gedung gereja tersebut direnovasi dan ukurannya menjadi 21 x 7m. Gedung inilah yang masih digunakan untuk beribadah hingga saat ini.
Pada Tahun 1990 GEREJA BETHEL INDONESIA Jemat Mawar Saron SoE dipercaya menyelenggarakan sidang Majelis Daerah GEREJA BETHEL INDONESIIA Nusa Tenggara Timur dan oleh Ijin Bapak Bupati Timor Tengah Selatan waktu itu Bapak Piet. A. Tallo, SH maka acara pembukaannya diselenggarakan di Ruang Sidang DPRD Daerah Tingkat II Timor Tengah Selatan. Pada saat sidang Majelis Daerah tersebut hadir juga Pendiri sekaligus Ketua BPH Sinode GEREJA BETHEL INDONESIA Bapak Pendet H. L. Sendukh dan sekretaris Umum Bapak Pendeta W.B Gerungan. sekaligus Ketua BPH Sinode GEREJA BETHEL INDONESIA Bapak Pendet H. L. Sendukh dan sekretaris Umum Bapak Pendeta W.B Gerungan juga berkesempatan mengunjungi GBI Imanuel Oekolo-Nulle. Hasil dari sidang Majelis Daerah tersebut salah satunya adalah persetujuan pendirian Sekolah Thelogia Pratika Bethel atau lebih dikenal Sekolah Alkitab Bethel yang di usulkan oleh GEREJA BETHEL INDONESIA Jemaat Mawar Saron SoE. Saat ini Jemaat "Mawar Saron " SoE terdiri dari 75 (tujuh puluh lima) Kepala Keluarga dengan, jumlah seluruhnya adalah 81(tiga ratus delapan puluh satu ) jiwa. Serta GBI Jemaat "Mawar Saron " SoE beralamat di Jl. Bougenville No.23, SoE, Kab. TTS, kode pos 85512.

Comments